Kemarin ini aku sempat di dilanda beberapa masalah, masalah yang selalu kucoba hadapi seorang diri. Namun masalah yang sudah begitu banyak yang tidak memungkinkan bagiku untuk ku pendam lagi. Sehingga aku selalu menggunakan otakku ini untuk berfikir keritis dan menatap jauh kedepan, memahami apa isi dan makna dibalik setiap masalah yang aku hadapi tanpa memikirkan resiko yang mungkin akan terjadi.
Mungkin karna keterbatasanku untuk memahami sesuatu dalam berfikir keritis, sehingga aku tidak dapat memetik hikmah dari setiap masalah tersebut, melainkan hanya problem yang kudapat pada memory
dalam otakku. Dengan terpaksa aku berfikir pendak dalam arti { mencurahkan semua masalah pribadiku kepada orang lain dan meminta jawaban serta keritik yang harus kujalani }. Namun, masih ada satu hal lagi yang harus aku pertanyakan kepada diriku," Adakah orang yang tepat yang dapat menjaga rahasia ? ".
Disamping itu juga aku kembali berfikir," bagaimana caranya agar semangatku dalam belajar kembali meningkat ??? ". Setelah aku fikir-fikir dari beberapa ilmu yang aku miliki, aku beranggapan bahwa :
" Yang dapat mengembangkan dan menjatuhkan semangat adalah Hawa Nafsu ".
Sejak saat itulah aku keluar dari dunia politik dan kembali kedalam dunia asmara, sebagai sarana dan prasarana untuk menenangkan jiwa dan fikiran, meluruskan niat, dan pembangkit semangat. Serta sebagai pengisi kekosongan dalam hatiku yang telah lama tersakiti oleh kata cinta.
Masalah
Read User's Comments(0)
Cinta Dalam Hidupku
3/01/2011 10:30:00 PM |
Label:
Balada
Mengapa disetiap kali aku ingin merasakan apa itu yang disebut dengan nama cinta, diriku selalu gagal untuk menggapainya. Setiap kali jika aku ingin memanjakan hatiku yang telah lama tersakiti oleh kata cinta, selalu saja aku tak mampu untuk menahan rasa sakit yang telah lama terpendam didalam hatiku, rasa sakit yang mampu membuat hidupku kehilangan arah dan mampu membuat aku menangis.
Aku selalu sadar bahwa aku ini berada didalam selimut rasa takut yang begitu besar, dan takut akan melihat keluar, untuk merasakan kerasnya dunia. Aku selalu takut untuk melangkah maju dan melupakan semua kenangan pahitku yang dengan dirinya.
Hal itulah yang selalu menahan diriku untuk kembali ke massa-massa berpacaran, namun hal ini juga yang menanamkan didalam hatiku rasa keresahan, kebimbangan, dan rasa putus asa. Karna pada saat ini hatiku sangat membutuhkan rasa kasih sayang dariseorang kekasih.
Langganan:
Postingan (Atom)






